RSUD Anak Negeri Hospital Kota Subulussalam sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Kardiologi 2026 bertema "Update Tatalaksana Gagal Jantung Akut: Dari Evidens ke Praktik Klinis" pada 13–14 Juni 2026. Acara yang berlangsung di Aula Utama Gedung Paviliun ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta terdiri dari dokter spesialis jantung, dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, dan perawat kardiovaskular dari berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Bali.

Seminar ini diselenggarakan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dukungan ilmiah juga diberikan oleh Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta mitra rumah sakit dari Singapura dan Malaysia.

Topik dan Narasumber Utama

Forum ilmiah dua hari ini menghadirkan 12 sesi plenari dan 6 breakout session yang mencakup topik-topik terkini dalam kardiologi klinis:

  • Manajemen Gagal Jantung Akut: Panduan ESC 2023 vs Realita Klinis Indonesia
  • Peran SGLT2 Inhibitor dalam Tatalaksana Gagal Jantung dengan Diabetes
  • Echocardiography Point-of-Care (POCUS) untuk Dokter IGD
  • Fibrilasi Atrium: Strategi Rate vs Rhythm Control Terkini
  • Rehabilitasi Kardiak: Bukti Ilmiah dan Implementasi Praktis
Narasumber Utama:
Prof. dr. Ahmad Kusuma, Sp.JP(K)
Guru Besar Kardiologi, FK UI / RSCM Jakarta
dr. Lestari Wahyuni, Sp.JP(K), Ph.D
Direktur Medis, PERKI Pusat
dr. Tan Wei Ming, MRCP
Cardiologist, National Heart Centre Singapore
dr. Wahyu Pratama, Sp.JP(K)
Kardiolog Senior, RSUD Anak Negeri Hospital

Poin Penting dari Forum Ilmiah

Salah satu highlight seminar adalah diskusi hangat mengenai implementasi panduan terbaru ESC (European Society of Cardiology) dalam konteks fasilitas layanan kesehatan Indonesia. Para peserta menyoroti tantangan ketersediaan obat-obatan lini terbaru di luar kota besar, serta pentingnya standardisasi protokol rujukan antar fasilitas kesehatan.

Prof. Ahmad Kusuma menekankan bahwa kemajuan terapi gagal jantung dalam dekade terakhir sangat signifikan. "Dulu survival rate pasien gagal jantung berat sangat buruk. Kini dengan kombinasi empat pilar terapi — ACE inhibitor/ARB, beta-blocker, MRA, dan SGLT2 inhibitor — kita bisa menurunkan mortalitas hingga 30-40%," ungkapnya dalam sesi pleno pembuka.

SKP dan Sertifikat Kompetensi

Seluruh peserta yang menghadiri seminar ini mendapatkan 12 Satuan Kredit Profesi (SKP) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan 10 SKP dari PERKI. Sertifikat kompetensi elektronik diterbitkan langsung setelah seminar berakhir melalui sistem PDKI online. RSUD Anak Negeri Hospital berencana menyelenggarakan seminar serupa dengan tema onkologi dan neurologi pada semester kedua tahun 2026.