Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan sebagai wujud nyata program Corporate Social Responsibility (CSR), RSUD Anak Negeri Hospital Kota Subulussalam kembali menggelar Program Posyandu Keliling pada 2–4 Juni 2026. Program ini menjangkau delapan kelurahan di pinggiran kota yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
Sebanyak 63 relawan yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter umum, perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga administrasi berpartisipasi dalam program selama tiga hari penuh ini. Tim dibagi menjadi 8 kelompok kecil, masing-masing bertugas di satu kelurahan dengan membawa peralatan medis portable dan obat-obatan esensial.
Layanan yang Diberikan
Setiap pos Posyandu Keliling menyediakan rangkaian layanan komprehensif yang mencerminkan komitmen RSUD terhadap kesehatan ibu dan anak:
- Pengukuran Berat dan Tinggi Badan — Skrining stunting dan wasting sesuai kurva pertumbuhan WHO.
- Imunisasi Kejar — Pemberian vaksin yang belum lengkap kepada balita: DPT, Polio, Campak-Rubela, dan Hepatitis B.
- Pemberian Vitamin A — Kapsul merah (6–11 bulan) dan biru (12–59 bulan).
- Konseling Gizi dan ASI — Edukasi ibu tentang pola makan sehat, Makanan Pendamping ASI (MPASI), dan manfaat ASI eksklusif.
- Pemeriksaan Ibu Hamil — Tekanan darah, fundus uteri, pemeriksaan hemoglobin, pemberian tablet besi dan asam folat.
- Penyuluhan PHBS — Materi cuci tangan, sanitasi, penanganan diare di rumah, dan tanda bahaya pada bayi.
Temuan Lapangan
Dari total 1.247 balita yang diperiksa, ditemukan 89 anak (7,1%) mengalami stunting (tinggi badan sangat pendek untuk usianya). Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 21,6% (Riskesdas 2023), namun masih memerlukan penanganan serius. Seluruh balita dengan stunting diberikan paket intervensi berupa susu formula terapeutik, konseling intensif bagi ibu, dan dirujuk ke Poli Gizi RSUD untuk pemantauan lebih lanjut.
Selain itu, ditemukan 34 ibu hamil dengan anemia sedang-berat yang memerlukan suplementasi zat besi dosis tinggi dan pemantauan ketat. Lima di antaranya dirujuk langsung ke Poli Kandungan untuk evaluasi lebih lanjut karena berisiko tinggi.
Komitmen Berkelanjutan
Direktur RSUD Anak Negeri Hospital menegaskan bahwa program CSR ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan misi sosial yang konsisten dijalankan minimal empat kali dalam setahun. "Kami percaya bahwa rumah sakit yang baik tidak hanya merawat pasien yang datang, tetapi juga menjangkau mereka yang tidak bisa datang. Anak-anak di pelosok kota berhak mendapatkan layanan kesehatan yang sama berkualitasnya," tegasnya.
Program CSR Posyandu Keliling berikutnya dijadwalkan pada September 2026 dengan fokus pada remaja putri dan pencegahan anemia pada kelompok usia sekolah menengah.


